Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Masehi

Poker Online Terbaik, Agen Poker Terpercaya, Daftar Poker Online, bandar togel online
Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Masehi

Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Masehi

Tentu Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi

TOGEL ONLINE TERBAIK – Pada Selasa (11/9/2018) nanti, umat Muslim merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Dilihat dari tanggalnya, tentu Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi.

Bandar Togel Terbaik

Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Tahun Baru Masehi

Beberapa perbedaan Tahun Baru Islam dengan Tahun Baru Masehi.

1. Sistem penanggalan

Kalender Islam atau Hijriah memiliki sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu siklus dua fase bulan yang sama secara berurutan.

Pergantian bulan baru berdasarkan pada penampakan hilal, bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Sehingga jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari.

Sistem penanggalan kalender Masehi berdasarkan pada pergerakan Bumi mengelilingi matahari.

Jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi berkisar antara 365-366 hari.

2. Awal patokan sistem penanggalan

Penentuan awal patokan untuk menentukan tahun 1 kalender Islam sempat mengalami perdebatan.

Beberapa sahabat Nabi menghendaki tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam.

Beberapa yang lain ada yang mengusulkan kalender Islam diawali pada tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, akhirnya disepakati tahun 1 kalender Hijriah dimulai pada tahun peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yakni pada 622 Masehi.

Penentuan tahun 1 Hijriah ini dilakukan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Sementara, penentuan tahun 1 Masehi dimulai pada kelahiran Nabi Isa Almasih AS.

3. Hari jatuhnya tahun baru

Karena adanya perbedaan sistem penanggalan, kalender Hijriah memiliki selisih 11 hingga 12 hari lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi.

Pada kalender Masehi, tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari.

Sementara, pada kalender Hijriah tahun baru jatuh pada tanggal 1 Muharram.

4. Penentuan awal dimulainya hari

Untuk kalender Hijriah, awal hari dihitung pada saat matahari terbenam.

Namun, untuk kalender Masehi, awal hari dihitung pada pukul 00.00 waktu setempat.

5. Nama bulan

Nama-nama bulan kalender Masehi diambil dari nama dewa dan dewi serta beberapa bahasa latin.

Sementara nama bulan kalender Hijriah diambil dari bahasa Arab dan memiliki signifikansi penting bagi agama Islam.

Berikut arti nama bulan kalender Hijriah.

Muharram.

Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan.

Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.

Shafar.

Artinya, kosong.

Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.

Rabi’ul Awal.

Artinya, masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).

Rabi’ul Akhir.

Artinya, akhir masa menetapnya kaum lelaki.

Jumadil Awal.

Artinya awal kekeringan.

Maksudnya, mulai terjadi musim kering.

Jumadil Akhir.

Artinya akhir kekeringan.

Dengan demikian, musim kering berakhir.

Rajab.

Artinya, mulia.

Zaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.

Sya’ban.

Artinya, berkelompok.

Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.

Ramadhan.

Artinya, sangat panas.

Bulan yg memanggang atau membakar dosa, karena di bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa/shaum sebulan penuh.

Syawal.

Artinya kebahagiaan.

Zulqaidah.

Artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.

Zulhijjah.

Artinya yg menunaikan haji.

6. Nama hari

Nama-nama hari pada kalender Hijriah juga berbeda dari nama hari kalender Masehi dan diserap dari bahasa Arab.

Yakni, Ahad (Minggu), Itsnayn (Senin), Tsalaatsa (Selasa), Arba’aa (Rabu), Khamsatun (Kamis), Jum’a (Jumat), dan Sabt (Sabtu).

Berita Menarik Lainnya:

Poker Online Indonesia

TOGEL ONLINE TERBAIK | BANDAR TOGEL TERBAIK | AGEN TOGEL TERBAIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *